Feeds:
Posts
Comments


Raih kualifikasi Business Class di Februari dengan melakukan akumulasi order 150 BP dan dapatkan

PUMA BAG Rp 599.000 (Kode: 570395) Hanya Rp. 99.000,-
Tas eksklusif dari PUMA hanya untuk Oriflame, berwarna hitam dengan logo PUMA warna gold dan garis pinggiran tas berwarna sama.

Detil tas:
Ada kantung dalam beresleting
Penutup tas dengan resleting, barangmu akan aman didalamnya
Dan didalam tas, terdapat kantung untuk handphone

===============================

Ketentuan:
– Berlaku mulai 1 – 28 Februari 2011
– Puma Bag akan diberikan kepada pencapai kualifikasi saat melakukan order BP pertama minimum Rp.175.000,- di bulan Maret 2011

Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi:
YM: aha_yn@yahoo.com
HP: 0816 961 706

Dilarang Buncit!

Layaknya rambu lalu lintas, peringatan di atas mestinya dipatuhi semua penggunajalan. Larangan keras ini bukan tanpa alasan karena perut buncit merupakan lahan subur munculnya aneka jenis penyakit. Persi seperti yang diungkapkan oleh Prof. DR. Dr. Sidhartawan Soegondo, SpPD, KEMD, Guru Besar Endokrinologi FKUI.

“Gemuk berisiko tinggi terkena berbagai penyakit, salah satunya diabetes mellitus (DM), dan DM sendiri temannya banyak, juga tidak ada obatnya, yang bisa dilakukan hanya mencegah komplikasi saja, hanya preventif.”

Itulah sebabnya menurut Prof. Sidhartawan, masyarakat harus diedukasi dengan baik, agar orang yang memiliki risiko tinggi bisa terhindar dan mencegahnya sedari awal.

“Tidak semua orang harus skrining, yang punya risiko saja dan itu bisa dilihat secara kasat mata. Kalau pasien gemuk tanya: orang tua punya gula darah tidak? Ada yang sakit jantung? Pernah melahirkan bayi lebih dari 4 kg? Lalu periksa gula darahnya,” jelasnya.

Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar 2008 (Riskesdas) remaja usia 6-14 tahun yang kurang makan dan gemuk jumlahnya sama. “Tugas kita adalah bagaimana caranya menyehatkan yang kurus dan yang gemuk.”

“Selalu kita dengungkan, 2 poin penting yaitu pencegahan dan penanganan yang tepat. Kuncinya pada gaya hidup. Adapun kondisinya mengubah gaya hidup adalah lebih baik daripada minum obat. Obat adalah pilihan terakhir bukan yang utama. Olahraga dan makan harus cukup sesuai kebutuhan, ini paling efektif dari banyak penelitian. Obat tanpa gaya hidup sehati tidak ada gunanya,” tegas Prof. Sidhartawan.

Hal senada diungkapkan Dr. Roy Panusunan Sibarani, SpPD-KEMD, dari RS Pantai Indah Kapuk. Katanya, “Cara sederhana yang bisa kita lakukan untuk mengurangi risiko berbagai penyakit tersebut adalah dengan berjalan kaki selama 30 menit. Selain itu menuliskan daftar kalori di setiap sajian makanan. Kita berusaha mengubah perilaku walalupun tidak mudah, tetapi saat ini kita berusaha memulai ke arah sana. Any can you eat, asal tahu komposisi dan kebutuhannya.”

Lebih jauh Dr. Dyah Purnamasari, SpPD, dari RS OMNI Pulomas memaparkan, terdapat 2 pengertian obesitas, yaitu obesitas umum dan obesitas perut. Obesitas umum ditegakkan bila indeks massa tubuh melebihi 25 kg/m2 (indeks massa tubuh didapatkan dengan rumus berat badan (kg) dibagi tinggi badan (m) dalam kuadrat). Obesitas perut ditegakkan berdasarkan pengukuran lingkar perut. Pengukuran lingkar perut setinggi pertengahan antara tulang iga paling bawah dan tulang panggul paling atas, kemudian tarik garis horizontal mengelilingi perut.

“Pada laki-laki dikatakan obesitas sentral bila lingkar perut >/= 90 cm dan pada perempuan bila lebih dari 80 cm. Kedua obesitas ini sebenarnya berbahaya. Ada orang yang obesitas perut tapi tidak obesitas umum demikian juga sebaliknya. Istilah obesitas perut melengkapi obesitas umum,” ujarnya.

Orang yang obesitas perut saja, namun tidak obesitas umum juga memiliki risiko penyakit jantung. Hal ini, kata Dyah, berkaitan dengan meningkatnya konsentrasi lemak pada obesitas perut. Lemak pada obesitas perut berdampak negatif bagi kesehatan karena dapat mengganggu kerja hormon insulin pada metabolisme gula, protein dan lemak. Akibatnya, dalam jangka waktu tertentu, orang dengan obesitas perut dapat menderita penyakit DM, dislipidemia (kolesterol tinggi), hipertensi, penyakit jantung koroner dan penyakit lain yang menyerang pembuluh darah.

“Benar setiap orang dilarang keras buncit, terutama individu yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit diabetes, kolesterol, jantung, stroke dan obesitas. Individu tersebut dikatakan kelompok berisiko tinggi untuk mendapat penyakit jantung, stroke dan pembuluh darah. Bila kelompok berisiko tinggi tersebut mengalami buncit maka akan mempercepat kejadian penyakit tersebut terjadi lebih awal.”

Lebih Berbahaya

Lemak di perut tidak  sama dengan lemak di bagian tubuh yang lain. Lemak di perut paling kuat mengganggu kerja hormon insulin dan dapat merangsang kondisi peradangan kronik pada seseorang sehingga menambah beban kerja hormon insulin.

Perlu diketahui bahwa perut buncit tidak mengenal usia. Anak yang obesitas juga menjadi buncit. Beberapa risiko menjadi buncit adalah yang berat badannya berlebih, kurang berolah raga dan beraktivitas fisik dan kebiasaaan makan rendah serat tinggi kalori. Jadi, cegahlah buncit sedini mungkin.

Dari studi di Jakarta, perempuan lebih awal mengalami buncit daripada pria. Pada usia 25-30 tahun, proporsi wanita yang buncit mendekati 30%, sedangkan pria kurang lebih separuhnya. Hal ini kemungkinan dipengaruhi pola reproduksi pada wanita yang pada usia tersebut sudah pernah melahirkan, minimal sekali. Adalah hal yang dianggap biasa bahwa gemuk setelah melahirkan tidak dapat kembali ke berat badan ideal, padahal dapat mempengaruhi kesehatan ibu dalam jangka panjang, terutama bila memasuki menopause.

Meskipun sebelum menopause, wanita lebih terlindungi dari risiko penyakit jantung koroner daripada pira karena konsentrasi hormon estrogen yang masih tinggi, namun bila ia mengalami buncit, faktor protektif tidak berguna lagi.

Genetik sangat mempengaruhi buncit, dan biasanya diperberat oleh faktor lingkungan. Individu yang dibesarkan di keluarga buncit, biasanya memiliki kebiasaan makan dan aktivitas yang buruk disamping secara genetik sudah ada kecenderungan menjadi buncit.

Cara yang paling aman adalah menerapkan gaya hidup sehat, yakni olah raga 15-30 menit setiap hari, makan lebih banyak serat, mengurangi makanan berlemak, fast food dan mengganti makanan camilan dari cookies menjadi buah. Target tidak perlu drastis, turunkan berat badan 5-10% dari berat badan awal dalam 3-6 bulan.

“Tujuan bukan langsing, tapi mengurangi risiko penyakit jantung, sehingga cukup 5-10% risiko penyakit jantung turun bermakna,” ujar Dyah.

Maka, waspadalah bia memiliki riwayat keluarga obesitas dan gaya hidup tidak sehat. Sebab ada bahaya yang mengintai di belakangnya. Diabetes, dislipidemia dan hipertensi mudah terjadi, di mana ketiganya mempercepat terjadinya penyakit jantung koroner.

sumber: MK Jan 2011

Bahan:

  • 1 bks pok-pok Fiesta
  • 750 ml air
  • 200 gr fillet ayam
  • 100 gr bihun, rendam air panas, tiriskan
  • 100 gr toge, seduh air panas, tiriskan
  • 2 btg daun bawang, potong-potong
  • 3 lbr daun jeruk
  • 2 lbr daun salam
  • 2 ruas jari lengkuas, memarkan
  • 2 ruas jari jahe, memarkan
  • 2 btg sereh, memarkan
  • 500 ml santan
  • garam dan gula pasir secukupnya
  • minyak goreng secukupnya

Bumbu Halus:

  • 8 butir bawang merah
  • 5 siung bawang putih
  • 5 butir kemiri sangrai
  • 3 ruas jari kunyit
  • 1/2 sdt merica

Cara Membuat:

  • didihkan air, rebus ayam hingga matang, angkat ayam lalu suir-suir
  • panaskan minyak, goreng pok-pok hingga matang, angkat dan tiriskan
  • panaskan 3 sdm minyak goreng, tumis bumbu halus, daun jeruk, daun salam, lengkuas, jahe dan sereh hingga harum. Angkat
  • masukkan tumisan bumbu ke dalam air rebusan ayam, tambahkan daun bawang, masak hingga mendidih
  • tuang santan, tambahkan garam dan gula pasir, masak kembali sambil terus diaduk hingga mendidih, kemudian angkat
  • penyajian: siapkan mangkuk saji, susun bihin, toge, ayam suir lalu tuang kuah laksa, taburi pok-pok goreng dan sajikan segera

Hasil: 6 porsi

Sumber MK Jan 2011



Hanya dengan meng-klik iklan dan tanpa modal, kita bisa mendapatkan uang dengan mudah..

Klik Aja Deh bukan situs Autosurf, Multi-Level Marketing, Pyramid, Ponzi, Matrix atau bersistem “Get Rich Quick” .

Klik Aja Deh adalah sebuah inovasi bisnis saling menguntungkan, GRATIS bagi member untuk bergabung, dan menjembatani antara pemakai internet dan pemilik usaha (advertiser) untuk mempromosikan produknya pada halaman “Lihat Iklan”.

How you make money
Anda klik menu View Ads dan selanjutnya pada daftar iklan Anda klik masing-masing iklan satu persatu. Tiap iklan tersebut akan tampil selama 30 detik. Setelah 30 detik, maka akan muncul sebuah tanda “OKE deh” atau tanda silang merah. Tanda “OKE deh” pertanda Saldo Anda telah bertambah Rp 100,00 dan jika Anda seorang member premium akan dapatkan Rp 150,00. Tanda X adalah kebalikannya, Saldo Anda tidak bertambah. Tanda X akan tampil jika Anda melihat lebih dari 1 iklan pada waktu yang sama.

Setiap iklan hanya dapat Anda klik sekali dalam 24 jam.

Dengan menjadi member di KlikAjaDeh-PTC, kita akan mendapatkan:
» Rp 100,- per iklan yang kita klik
» Rp 50,- per iklan yang referral/downline kita klik
» Komisi hingga 10% untuk setiap pembelian yang dilakukan oleh referral kita
» dan masih banyak keuntungan yang akan kita dapatkan

Aku suka sama PTC ini.. Di PTC ini, kita bisa beli referral (soalnya aku paling ga bisa sama yang namanya cari referral.. ) dengan harga yang lebih murah daripada PTC lain, selain itu kita juga bisa mengganti secara gratis referral yang kita beli yang sudah tidak aktif. Enak khan?

Untuk upgrade premium pun harganya lebih murah daripada PTC lain.. Dengan upgrade premium kita akan mendapatkan:
» Rp 150,- per iklan yang kita klik
» Rp 100,- per iklan yang referral kita klik
» Prioritas pembayaran maksimal 3 hari kerja
» Komisi hingga 10% untuk setiap pembelian yang dilakukan oleh referral kita
» dll~

Contoh Perhitungan Member :

* Anda klik 10 iklan per hari = Rp 1.000,00

* 20 referal Anda klik 10 iklan per hari = Rp. 20.000,00

* Setiap hari saldo Anda akan bertambah sebanyak Rp. 21.000,00

* Setiap minggu tambah Rp. 147.000,00

* Setiap bulan tambah Rp. 630.000,00

Kalau selama 1 tahun saja? Berapa coba? mau?


Jadi, tunggu apa lagi? Daripada bingung, mending langsung aja daftar di sini (gratis ini.. hehe..) n’ dapatkan keuntungannya..

Apakah suami/istri anda selalu lupa tugas dan lupa tanggal? Apakah kadang-kadang anda merasa bukan hidup bersama pasangan tetapi mengasuh satu anak lagi? Mungkin pernikahan anda sedang dibebani oleh attention deficit hyperactivity disorder (ADHD).

Suatu pernikahan ADHD? Mungkin kedengarannya berlebihan, tetapi gagasan bahwa masalah perhatian bisa membebani relasi dewasa telah makin mendapat perhatian dari para pakar kesehatan mental. Dalam pernikahan, gejala umum dari kelainan ini, perhatian teralihkan, tidak teratur, lupa, akan mudah disalah artikan sebagai kemalasan, egois dan kurangnya cinta serta kepedulian.

Para ahli mengatakan bahwa sedikitnya 4% orang dewasa mengalami kelainan ini, bahwa separuh anak yang mengalami ADHD tidak lepas sepenuhnya dari kelainan ini ketika mereka telah dewasa dan terus mengalami gejala-gejalanya, dan bahwa banyak orang dewasa yang memiliki kelainan ini tidak pernah terdiagnosa di masa kanak-kanak.

Orang dewasa yang mengalami kelainan ini sering kali telah mempelajari ketrampilan untuk menghadapinya dan membantu mereka untuk tetap teratur serta fokus pada pekerjaan, tetapi para ahli mengatakan bahwa banyak dari mereka yang masih bergulat, dimana kecenderungan mereka untuk cepat teralihkan bisa menjadi sumber konflik yang terus menerus.

Beberapa riset mengatakan bahwa orang dewasa seperti ini memiliki kemungkinan 2x lebih besar untuk bercerai, kajian lain menemukan stress tingkat tinggi pada 60% pernikahan dimana salah satu pasangan mengalami kelainan ini.

“khasnya, orang tidak menyadari bahwa ADHD berdampak pada pernikahan mereka karena sama sekali tidak ada pembicaraan tentang hal ini.” kata Melissa Orlov, pengarang buku “The ADHD Effect on Marriage”

Orlov mengatakan ia mulai mempelajari dampak kelainan ini setelah suaminya didiagnosa ADHD sekitar 5 tahun yang lalu. Meskipun ia telah bekerja selama bertahun-tahun dengan Dr. Ned Hallowell, seorang periset terkemuka pada bidang ini, Orlov tidak menyadari bahwa kelainan ini juga menghancurkan pernikahannya.

“Saya merasa ia selalu tidak konsisten,” katanya dalam sebuah wawancara. “Saya tidak pernah bisa mengandalkannya. Saya mengalami segala macam perasaan, muali dari merasa bertanggung jawab untuk segalanya sampai kemarahan yang kronis. Saya juga tidak menyukai perubahan yang terjadi pada diri saya.”

Tentu saja keluhnan akan suami/istri yang tidak peduli dan tidak atentif, / tidak membantu tugas rumah tangga, tidaklah terbatas pada pernikahan yang salah satu / kedua anggota pasangannya menderita gangguan perhatian. Tetapi ADHD dapat memperberat masalah.

Ini bisa membuat salah satu anggota pasangan menanggung 100% tanggung jawab keluarga, karena pasangannya lupa menjemput anak dari sekolah / membayar tagihan pada waktunya.

Pasangan yang tidak mempunyai masalah perhatian bisa merasa diacuhkan / tidak dicintai ketika perhatian suami/istrinya teralihkan / pada gejala lain dari kelainan ini, terlalu terfokus pada sebuah proyek pekerjaan / permainan. Mereka bisa merasa tidak mempunyai pilihan lain kecuali terus merengek agar tugas dilaksanakan.

Sementara itu, pasangan yang mengalami ADHD sering kali tidak menyadari kesalahan mereka dan bingung akan kemarahan pasangannya. Daftar tugas yang panjang/rumah yang berantakan akan terlalu membebani bagi otak penderita ADHD, membuat mereka mengundurkan diri ke permainan komputer/video dan semakin menjengkelkan pasangannya.

“Bukan karena mereka malas/ tidak mencintai pasangannya, tetapi karena perhatian mereka teralihkan,” kata Orlov. “Tetapi jika anda tidak mengetahui bahwa isunya adalah ADHD, anda mulai berpikir bahwa orang itu tidak perduli pada anda dan kemarahan serta dendam mulai menumpuk.”

Meski sering kali perawatan dimulai dengan obat-obatan, umumnya ini tidak menyelesaikan masalah. Mungkin diperlukan terapi bicara untuk membongkar kemarahan yang sudah terkumpul selama bertahun-tahun. Terapi perilaku dan berbagai strategi bagi kedua pasangan akan penting, misalnya, Orlov akan menghapus daftar tugas yang panjang dan menggantinya dengan kartu-kartu kecil yang masing-masing berisi satu tugas, yang dipilah berdasarkan prioritas. Ini perubahan yang samar, katanya, tetapi sangat efektif.

Salah satu tantangan terbesar bagi kedua pasangan adalah menerima dampak riil dari kelainan ini. Sering kali, anggota pasangan yang tidak mengalami ADHD kuatir bahwa diagnosa akan memberikan alasan kepada pasangannya untuk tidak membantu, sedangkan pasangannya sulit sekali mengerti bagaimana perilakunya mempengaruhi orang lain.

“Awalnya aku pikir aku agak skeptis tentang ADHD,” kata seorang pria berusia 52 tahun dari Cleveland yang istrinya 26 tahun baru-baru ini didiagnosa ADHD. Ia meminta agar namanya dirahasiakan untuk melindungi privasi keluarganya.

Ia menggambarkan suatu kehidupan “dengan tanggung jawab yang meremukkan”, ia harus bekerja penuh waktu, mengasuh anak-anak dan istrinya, serta mengurus rumah tangga dan keuangan.

‘Setelah bertahun-tahun mengalami ini, aku merasa aku bukan punya 2 anak, tetapi 3 anak dan tidak seorangpun yang membantu.” katanya. “Aku selalu menjadi orang yang mengatakan, “tidak, kita tidak bisa melakukan itu” / “Selesaikan ini”. Aku menjadi seperti orang yang selalu merengek.

Gangguan perhatian istrinya terutama sangat menantang ketika anak-anak masih kecil. “Ia bisa ada di kamar tetapi tidak memperhatikan apa yang sedang terjadi,” katanya.

Konseling tradisional tidaklah menolong. Ditepi perceraian, Istrinya menemukan situs web Orlov dan Hallowell, yaitu adhdmarriage.com, dan mulai berkonsultasi dengan Orlov. Meski pasangan ini baru saja memulai terapi, akhirnya mereka mempunyai harapan akan masa depan kebersamaan mereka.

“Sungguh suatu anugrah,” kata istrinya. “Selama ini aku tidak menyadari betapa kritisnya ADHD dalam pernikahanku.”

sumber: MK Okt 2010

Anak-anak yang terlalu sering mencuci tangan dengan sabun anti bakteri mengandung zat kimia triclosan* berpotensi terkena alergi rhinitis. Hal tersebut diungkapkan oleh para ahli, mengisyaratkan bahwa terlalu higiene justru bikin orang rentan sakit.

*Triclosan merupakan zat antimikroba yang secara luas dipakai untuk produk sabun anti bakteri, pasta gigi, peralatan medis, dan popok bayi.

Kesimpulan mengenai dampak triclosan itu diperoleh peneliti University of Michigan School of Public Health tahun 2003-2006. Penelitian membandingkan kadar triclosan di urin dengan kadar antibodi cytomegalovirus (CMV) serta diagnosis alergi pada anak usia 6 tahun ke atas. Temuan para peneliti itu dimuat jurnal Environmental Health Perspectives.

sumber: MK Jan 2011

Masalah keputihan adalah masalah yang sejak lama menjadi persoalan bagi kaum wanita. Tidak banyak wanita yang tahu apa itu keputihan dan terkadang menganggap enteng persoalan keputihan ini. Padahal keputihan tidak bisa dianggap enteng, karena akibat dari keputihan ini bisa sangat fatal bila lambat ditangani.

Tidak hanya bisa mengakibatkan kemandulan dan hamil di luar kandungan, keputihan merupakan gejala awal dari kanker leher rahim, yang bisa berujung pada kematian. Apa sebenarnya keputihan itu? Seperti apa ciri-cirinya? Dan bagaimana pencegahannya?

Keputihan (flour albus) merupakan cairan berlebihan yang keluar dari vagina. Keputihan bersifat fisiologis (dalam keadaan normal). Namun dapat juga bersifat patologis (karena penyakit) serta tak mengenal batasan usia. Berapapun usia seorang wanita, dapat terkena keputihan.

Keputihan fisiologis biasanya terjadi pada masa subur, juga sebelum dan sesudah menstruasi. Sedangkan, keputihan patologis, keputihan yang terjadi karena infeksi dan adanya benda asing dalam vagina atau keganasan.

Infeksi dapat berakibat dari bakteri, jamur atau protozoa. Ciri-ciri keputihan patologis, warnanya tidak seperti lendir, yakni hijau kekuning-kuningan, atau bahkan bercampur darah, kalau keputihannya sudah menjadi penyakit. Serta berakibat gatal pada daerah vagina. Tak hanya itu, lendir yang keluar juga bau, sehingga menimbulkan rasa yang tidak nyaman.

Banyak hal sebenarnya yang membuat wanita rawan terkena keputihan patologis. Biasanya karena kuman. Di dalam vagina sebenarnya bukan tempat yang steril. Berbagai macam kuman ada disitu. Flora normal dalam vagina membantu menjaga keasaman pH vagina, pada keadaan yang optimal. pH vagina seharusnya antara 3,5 – 5,5.

Flora normal ini bisa terganggu. Misalnya karena pemakaian antiseptik untuk daerah vagina bagian dalam. Ketidakseimbangan ini mengakibatkan tumbuhnya jamur dan kuman-kuman lain. Padahal, adanya flora normal dibutuhkan untuk menekan tumbuhan lain untuk tidak tumbuh subur.

Begitu seorang wanita melakukan hubungan seks, maka wanita tersebut terbuka sekali terhadap kuman-kuman yang berasal dari luar. Karena itu keputihan pun bisa didapat dari kuman penyebab penyakit kelamin yang mungkin dibawa oleh pasangan seks wanita tersebut.

Pada wanita yang belum melakukan hubungan seksual, bisa juga terjadi keputihan. Namun penyebab keputihan bisa terjadi karena menggunakan celana dalam bersama, memakai handuk bersama, kurangnya menjaga kebersihan daerah vagina, lalu juga cara cebok yang salah.

Pemakaian sabun antiseptik yang sekarang banyak diiklankan, untuk daerah vagina, sebenarnya tidak masalah bila dipakai sebagai obat luar. Pembilasan vagina (douchi) dengan antiseptik sebaiknya atas dasar indikasi bila terkena keputihan, sebaiknya ke dokter, daripada mengatasinya sendiri dengan obat-obatan antiseptik yang dimasukkan ke dalam vagina keputihan patologi harus diobati sesuai dengan penyebabnya.

Keputihan sebaiknya diobati sejak dini, begitu timbul gejala. Karena keputihan kalau sudah kronis dan berlangsung lama akan lebih susah diobati. Selain itu keputihan yang dibiarkan bisa merembet ke rongga rahim, kemudian kesaluran indung telur hingga ke indung telur dan akhirnya ke dalam rongga panggul.

Tak jarang wanita yang menderita keputihan kronis (bertahun-tahun) bisa menjadi mandul bahkan bisa berakibat kematian. Selain itu yang harus diwaspadai, keputihan merupakan gejala awal dari kanker mulut rahim. Karena itu, jangan anggap remeh keputihan.

Yang perlu diperhatikan:

  1. Cara membilas vagina yang benar, setelah habis buang air besar atau sehabis buang air kecil, sebaiknya membilas vagina dari arah depan ke belakang ke arah anus.
  2. Keputihan fisiologis (normal), ciri-cirinya, lendir seperit lendir bening. Tidak gatal dan tidak berbau.
  3. Keputihan patologis (karena penyakit), ciri-cirinya, warna lendirnya tidak bening tetapi putih seperti kepala susu, bisa kuning kehijauan atau kecoklatan, bahkan bisa kemerahan karena adanya darah. Biasanya disertai rasa gatal, dan ada bau yang menyertainya.

Penyebab keputihan patologis (karena penyakit):

  • Infeksi yang diakibatkan oleh bakteri, jamur atau protozoa
  • Keganasan kanker leher rahim
  • Benda asing didalam vagina (misal: kondom yang tertinggal)

Cara mencegah keputihan:

  • Menjaga kebersihan daerah vagina
  • Membilas vagina dengan cara yang benar
  • Jangan suka tukar-tukaran celana dalam dan menggunakan celana dalam bersama dengan teman wanita lainnya
  • jangan menggunakan handuk bersamaan (tukar-tukaran handuk)
  • Lebih berhati-hati dalam menggunakan sarana toilet umum
  • Jalani pola hidup sehat, cukup tidur, olah raga teratur, makan makanan dengan gizi yang seimbang
  • Hindari gonta ganti pasangan seksual (seks bebas)
  • Bagi wanita yang sudah melkukan hubungan seksual, setiap tahun harus melakukan papsmear untuk mendeteksi perangai sel-sel yang ada di mulut dan lehar rahim.

sumber: THI 58/V/Des 2009